Search

Strategi Bisnis Meningkatkan Omset 2x Lipat dengan Strategi Cha-cha-cha di Tahun 2022

Memahami konsumen yang terus berubah. Dengan perilaku konsumen yang berubah dengan cepat—dan, seringkali, dengan cara yang tidak terduga—pebisnis harus menjadi lebih baik dalam mengantisipasi dan menanggapi kebutuhan dan preferensi konsumen.


Bagi banyak konsumen, kembali ke keadaan normal terasa begitu dekat, namun masih belum jelas, mengingat penyebaran varian COVID-19 yang mengkhawatirkan. Meskipun tidak jelas apa yang akan terjadi dalam 12 sampai 24 bulan ke depan, tetapi yang hampir pasti adalah konsumen tidak akan benar benar kembali ke perilaku mereka seperti pada tahun 2019.


Menurut McKinsey ada beberapa perubahan perilaku konsumen dan strategi bisnis untuk menghadapi tahun 2022. Tetapi saya fokus akan membahas pada satu strategi saja, yang mana strategi ini telah diterapkan kepada sahabat - sahabat UMKM.


Promosi: Bukan Sekedar Buzzword

Pada survey McKinsey, konsumen mengatakan bahwa mereka peduli dengan merek (brand), nilai (value), tetapi ketika mereka berada di titik memutuskan untuk membeli sesuatu, mereka benar-benar hanya peduli pada kenyamanan atau harga atau kualitas.


Promosi itu perlu tapi tidak cukup. Menurut McKinsey, Covid-19 ini telah mendorong 33% konsumen untuk mencoba merek baru. Jika produk Anda ingin berkembang, dan mengambil porsi dari konsumen yang ingin mencoba merek baru ini, dikarenakan alasan kenyamanan, atau efek dari Covid-19, sehingga mereka mencari harga yang lebih murah atau kualitas, maka bisnis Anda harus memiliki keunggulan produk, apakah itu keunggulan rasa, keunggulan fungsional, atau persamaan harga dengan nilai yang sesuai untuk konsumen tertentu.


Ok, anda akan mengatakan ini strategi biasa yang berulang ulang dibahas. Tidak, ini belum dijelaskan. Ini bukan tentang promosi, ini tentang ‘product market fit’ dengan ‘kenyamanan’ yang diinginkan konsumen saat ini.


Yang perlu kita lakukan adalah promosi dengan penawaran yang sangat sesuai dengan keinginan konsumen, sehingga konsumen tidak bisa menolak untuk membelinya.


Contoh promosi yang di suatu Cafe sederhana di Sumatera Barat, telah menaikkan omset harian mereka dari +/- Rp 300 rb ke +/- Rp 600 rb per hari. Pada segmen Cafe, makanan adalah penarik konsumen, sedangkan minuman adalah penghasil keuntungan. Akan tetapi kami memberikan strategi promosi penawaran sangat menarik, yaitu setiap pembelian makanan gratis minuman. Perlakuan ini berlaku bagi semua konsumen baik pembelian offline ataupun online melalui Gofood.


Ide ini bisa dianggap gila, karena cafe butuh keuntungan dari minuman, tetapi menurut saya itu cara pandang pebisnis lama, tetapi perilaku konsumen berubah, Covid membuat mereka butuh penghematan, butuh subtitusi. Mereka butuh makan dan sekaligus minum, tidak ada satu manusia pun yang makan tanpa harus minum. Maka cara berfikir pebisnis pun harus berubah, mengikuti keinginan dari konsumen.






Pebisnis bisa menerapkan pelajaran bisnis yang bisa diambil dari film Hometown Cha-cha-cha untuk memenuhi keinginan konsumen yaitu :

1. Perlakukan konsumen setara dengan diri Anda, dan beri emphati

“Hidup ini memang tidak selalu adil bagi semua orang. BEBERAPA orang menghabiskan seluruh usianya dijalanan yang mulus, sementara SISA nya harus berlari dengan kecepatan penuh tetapi kebanyakan hanya untuk menemui jalan buntu”, Hong Du Shik.


Ambil peran Anda sebagai pebisnis, konsumen Anda mayoritas adalah orang yang berlari dengan kecepatan penuh, beri emphati ke mereka, bantu perjuangan mereka, dengan produk, merek, value yang anda miliki.


2. Tidak berharap kesuksesan langsung di penerapan strategi bisnis Anda

Terkadang hidup memberikan kita peluang tidak terduga untuk membuat langkah yang hebat. Tapi jangan berharap kemudahan saat menjalani langkah pertama.


“Tidak ada yang mudah diawal”, Direktur Ji.


Begitu juga dengan Anda, konsumen belum tentu langsung percaya dengan emphati yang Anda berikan melalui promosi Anda, tetapi jangan berhenti, konsisten lah memperlihatkan emphati Anda.


3. Mengapresiasi konsumen loyal itu penting

“Ibu bangga pada mu, karena memenangkan lomba, tetapi kita yang kita rayakan itu kerja keras mu, bagi ibu lebih penting itu dari pada memenangkan lomba”, Hwa Jeong.


Database konsumen itu penting, apakah Anda sudah pernah membuat program, untuk mengapresiasi konsumen Anda yang rutin membeli produk Anda, bahkan mungkin seumur hidupnya dia menggunakan produk Anda. Seringkali kita selalu berusaha berlaku baik pada orang (konsumen) baru, tetapi kita malah bersikap seadaanya pada orang (konsumen) yang selalu setia pada kita.


Seringkali para pebisnis hanya fokus berpikir pada pertumbuhan, sales, konsumen baru. Padahal dia lupa, hidupnya tergantung pada konsumen yang selama ini. Maka pebisnis sebaiknya mulai menerapkan database management, dan artificial intelligent, dan berilah reward sesuai dengan keinginan konsumen loyal Anda.


Apakah Anda siap menghadapi bisnis tahun 2022 ini, dengan strategi Cha-cha-cha?

162 views0 comments

Recent Posts

See All