Search

RIP Startup, Welcome Corporate Startup

Updated: Jun 2


#MondayBusiness(Trend)Proposal


Perusahaan rintisan (startup) mulai dari LinkAja, Zenius, SiCepat, hingga JD.ID kompak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya dalam waktu berdekatan. Kondisi ekonomi makro yang buruk hingga reorganisasi Sumber Daya Manusia (SDM) jadi alasannya, ini adalah berita Detik 29 Mei 2022 yang lalu.


Pertanyaannya, serius masalah ekonomi makro dan reorganisasi yang buruk jadi penyebabnya….? Masalahnya adalah

#1. Market Demand

Startup yang berada pada “market timing” yang salah atau berubah. Zenius berada market pembelajaran online, akan tetapi covid-19 telah lewat, bidang Pendidikan Kembali ke kondisi normal, konvensionalnya, akan tetapi startup yang sudah bersinergi dengan Lembaga Pendidikan seperti moodle akan tetap tumbuh


#2. Business Model

Mayoritas startup bermula dari ide yang kemudian berusaha memaksa konsumen menggunakan produk dari ide tersebut, dengan melakukan “burn money” dalam bentuk promosi, akan tetapi kemudian mereka sulit untuk menemukan “business model” yang tepat untuk menarik dana dari konsumen, karena telah terbiasa menikmati “on demand promotion”.


#3. Product

Mayoritas startup gagal mengembangkan produk yang memenuhi kebutuhan pasar. Ini bisa karena eksekusi sederhana, atau bisa juga masalah yang jauh lebih strategis, yaitu kegagalan mencapai “Product/Market fit”


#4. Competition

Banyak startup follower, memulai bisnis karena melihat startup lain berhasil dibidang tersebut, padahal ketika salah satu startup berhasil, dia telah mendistrupsi pasar, sehingga celah kompetisi akan masuk pada persaingan “red ocean”. Link Aja, Sicepat akan berakhir pada titik nol, jika tidak bisa memukan “blue ocean”, hal ini tidak hanya dialami oleh Startup, tetapi juga perusahaan korporasi. Kita lihat Pos Indonesia yang berhasil shifting ke bisnis kurir ke bisnis logistik.


Lalu startup mana yang akan tetap exist?

#Corporate Startup, perusahaan yang menjalankan business model nya dengan terminology corporate, yaitu menciptakan “margin” dari awal business modelnya, dan hanya menggunakan inovasi teknologi sebagai “support”, atau bisa dikatakan teknologi ke masa awal perkenalannya sebagai support dalam sebuah perusahaan.


#Customer Corporate Startup, perusahaan yang selalu melihat perubahan “customer behavior” adalah pemenangnya, kita lihat Facebook, dimana ketika customer berubah ke pola “feed” maka mereka mengakusisi Instagram, dan masyarakat berubah dari pola “call”, “texting” ke “digital texting” mereka mengakusisi whatsapp. Akuisisi bukan lah satu – satunya cara menjadi “Customer Corporate Startup".


#Follow Us

Facebook @syavitrasolutions

Instagram @syavitrasolutions







16 views0 comments

Recent Posts

See All